Tuesday, February 05, 2008

30. 31.

Lewat 30.
Menjelang 31.
Dag dig dug.
Entah kenapa.

Seperti persimpangan besar.
Akan lewati suatu masa.
Dan menjelang masa baru.
Mestinya adalah biasa.
Tapi entah kali ini.

Just like any other cases,
never asked something that no one can answer.
Just walk, run if necessary.

Seperti Kamu,
yang selalu jalan,
tanpa tau apa yang telah kau tinggalkan.

Thursday, January 31, 2008

Melangkah

Gak usah tanya Kenapa.
Karena gak ada yang tau jawabnya.

Jalan aja terus.
Tetap tegak berdiri.
Menyelesaikan yang didepan mata.

Sambil melihat kanan dan kiri.
Kiranya ada peluang untuk berbelok,
lalui.. tanpa harus berfikir lagi.

Gak perlu tanya Kenapa.
Karena gak ada yang tau jawabnya.

Tetapkan hati.
Untuk terus melangkah.
Menyelesaikan setiap tahap.

Tak perlu berfikir akan akhir.
Karena tak tahu kapan suatu akhir.
Hanya tahu semua ini adalah proses.
Menuju akhir yang kita semua tuju.
Saat jiwa meninggalkan raga.

Saat itu barulah tiba sebuah akhir.
Saat semua proses dipertanggung jawabkan.
Manusia, tak luput dari salah.
Hanya yang terus melangkah,
yang bisa menyelesaikan proses dengan baik.

Mari kita terus melangkah.
Dengan hati mantap.
Tanpa takut akan apa yang terjadi.
Percaya pada-Nya.
Pada perencanaan-Nya.
Semua sudah tertulis.
Lengkap.
Pun pasti kapan proses dan akhir.

Wednesday, January 30, 2008

Liburan

Cuti 8 hari kerja.
Dapet 12 hari.

Trip Asia Tenggara.
Jakarta - Batam (nginep 1 malem)
Batam - Singapura (nginep 2 malem)
Singapura - Phuket, Thailand (nginep 2 malem)
Phuket - KL (nginep 4 malem)

Fun.
Seru.
Pengalaman baru.
Tentang banyak hal.

Negara baru.
Kota baru.
Orang-orang baru.
Pemandangan baru.
Human relation.
Friendship.
Toleransi.
Kerjasama.
Percaya.
Komunikasi.

Kurang rasanya.
Masih ingin menjelajah.
Banyak hal bisa dilihat.
Dipelajari.
Diambil hikmah.

Next destination : Mekkah.

Wednesday, January 16, 2008

Aku Ingin

Aku ingin berhasil.
Aku ingin berhasil.
Aku ingin berhasil.

Aku ingin dia hadir.
Aku ingin dia disini.
Aku ingin dia tersenyum.
Aku ingin dia tertawa.
Aku ingin dia ada untuk ku.

Monday, January 14, 2008

Dua Sisi

Seperti dua sisi mata uang..
Berbeda.. tapi saling melekat.

Aku mengenal mu dari dua sisi itu.
Sisi yang bikin aku nyaman banget bersama kamu,
dan sisi yang bikin aku terkaget-kaget.

Entah kenapa dua sisi itu seperti tidak selaras,
namun selalu bersisian, hingga tak mudah ku pisahkan.

Mungkin memang aku belom mengetahui dirimu.
Mungkin memang aku belom memahami dirimu.
Entah mana yang sesungguhnya dirimu.
Aku berharap sisi yang membuat ku nyaman.
Bantu aku memahami dirimu.
Hingga ku paham akan sisi-sisi pribadi mu.
Yang ku tau sangat berkualitas baik.

Sunday, January 13, 2008

Kita

Ternyata..
Bukan tentang Kamu.. Tapi Aku!

Bukan Kamu yang harus berubah,
Tapi Aku..

Bukan Kamu yang harus menyesuaikan,
Tapi Aku..

Bukan Kamu yang harus mendekat,
Tapi Aku..

Bukan Kamu yang harus bicara,
Tapi Aku..

..

Semestinya memang bukan Kamu atau Aku,
Tapi Kita..

Kita yang harus bicara..
Kita yang harus menyesuaikan..
Kita yang harus mendekat..
Kita yang harus bicara..
Kita yang harus mengalah..

..

Bukan hanya Aku..
Bukan hanya Kamu..
Tapi Kita..
Aku dan Kamu..
Saling..

Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk bisa bertemu.
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk bisa mengerti.
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk bisa memahami.
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk dapat bersama.

Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya meniti.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya menjalani.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya saling mendekat.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya saling mengerti.
Karena jalan ini untuk Kita,
Makan Kita yang harusnya saling memahami.

...

Kamu pahami Aku,
Aku pahami Kamu.
Kita saling memahami.

Wednesday, January 02, 2008

Kamu

Kalo pun ada yang berubah,
itu Kamu.

Kalo pun ada yang harus diseimbangkan,
itu tentang Kamu.

Kalo pun ada yang harus dimengerti,
itu Kamu.

Kalo pun ada yang harus menghampiri,
itu juga Kamu.

Kalo pun ada yang harus mengatakan,
itu pasti Kamu.

Kalo pun ada yang harus membicarakan,
itu dimulai dari Kamu.

Kalo pun ada yang mengalah,
itu Kita.

Aku akan menjawab.
Aku akan menunggu.
Aku akan menemani.
Aku akan menjelaskan.
Semua hal yang Kamu pengen tau tentang Aku.

Tuesday, January 01, 2008

2008

Tetep semangat,
Yang jelek2 di 2007 tinggalin,
Yang bagus2 di 2007 terusin.

Secara kualitas harus lebih baik,
Secara mental, hati dan fisik.

Teruskan langkah,
Selesaikan dengan baik.

Kalaupun harus ada yang berubah,
Selesaikan dengan elegant.

Kalaupun harus ada yang ditambah,
Selesaikan dengan manis.

Tetap melangkah,
Kepala tegak,
Hati terbuka,
Pikiran terbuka.

Bismillah hirrohman nirrohim.

Thursday, December 27, 2007

Unbreakable

Tunjukkan Semangatmu Yang Tak Terpatahkan!

Cayoooooooooooooooooooo..

SEMANGAT.. SEMANGAT!!

Semoga Semua Lancar, Amin.

Aku sudah menghadap.
Aku sudah menyelesaikan.
Aku sudah melihat.

Memang bukan hal mudah,
tapi juga bukan hal yang tidak mungkin.
Adalah wajar jika merasa bersalah,
malah kurang ajar kalo tidak merasa bersalah.

Aku janji,
ini yang terakhir.
Aku janji,
nanti lebih baik.
Aku janji,
ini hanya sampai waktu ku.
Menyelesaikan yang sedang berjalan.

Sampai masanya nanti,
aku terbang lagi,
mencari tempat yang aku ingini.

Semoga,
semua lancar sesuai rencana, Amin.

Wednesday, December 26, 2007

Ikhlas.

"Kalo pun itu lo ambil, gak akan menyelesaikan masalah kan?
Untuk jalan selanjutnya, gak mudah, lo tau itu. Dan kalo pun
berhasil lo dapetin, belom tentu lebih baik. Ikhlasin aja.
Kita berjuang aja."
"Gimana caranya ikhlasin hal yang kita gak mau nerima?"
-----
speechless
-----
conversation hang up

Selalu dan selalu.
Terus dan terus.
Belum selesai.

Terlihat makin buruk.
Karena memang tidak diselesaikan.
Hanya di minggirkan, sebentar,
tuk kemudian muncul lagi,
dengan pola yang sama,
dan kadang tampak lebih buruk.

No.
Tidak lebih buruk sebenernya.
Cuma karena dah lama dialamin,
jadi seperti gak beres-beres.
Dan tampak lebih buruk.

Emosi menguasai pikiran,
jadi gak bisa berfikir logis.
Mestinya dah paham apa yang harus dilakukan,
hanya karena emosi menguasai,
jadi gak keluar apa yang seharusnya.

Mending mundur sejenak dari ini semua,
keluar dari rutinitas yang ada.
Ke suatu keadaan hening.
Ke sebuah kesunyian.
Hingga akhirnya,
pikiran logis dapat lagi hadir.
Tuk kemudia paham apa yang harusnya dilakukan.

Bukan, bukan karena otak mu tumpul.
Pun bukan karena kau tidak punya hati.
Apalagi hilang tanggung jawab.
Aku tau,
kau punya semua itu.

Terlalu banyak hadir dalam pikiran.
Terlalu banyak cabang di otak.
Terlalu banyak orang hadir di hati mu.
Hingga skala prioritas tidak lagi berarti.

Harus pandai memetakan,
apa yang sesungguhnya terjadi.
First thing first.

Untuk ikhlas memang harus dilatih.
Menerima keadaan, itu kuncinya.
Harus lah diterima,
apa pun kondisinya.
Gak mudah memang.
Apalagi tuk hal yang tidak diingini dari awal.
Tapi percayalah, terbaik menurut mu,
belum tentu terbaik menurut-Nya.

Bukan tidak mungkin kau raih mimpi.
Kejarlah mimpi itu.
Coba kau raih,
hingga batas tak tertutup.
Namun, selagi belum dapat,
kau nikmati apa yang ada.
Karena orang terbaik adalah,
yang bisa bersukur atas apa kondisinya saat ini.

Bukan jadi tidak menerima,
ato selalu merasa rendah,
karena memang kau tidak rendah.
Kau tinggi, di atas sana,
tapi kau terlalu sering liat ke atas,
hingga tak tau kau sudah di atas.

Lihat lah ke bawah,
masih banyak yang lebih bawah dari mu.
Namun mereka bahagia.
Tidak kah kau ingin seperti mereka?
Bahagia atas apa yang dimiliki,
tanpa harus merasa terbebani,
atau pun sakit kepala.
Kuncinya satu.. bersukur.

Aku paham,
kau tetap ingin meraih mimpi.
Raihlah,
kejarlah,
gapai semua mimpi mu.
Bukan tidak mungkin.
Bukan mustahil
Aku tau kau mampu.

Dengan berjalan santai,
menerima apa yang ada,
berusaha menggapai mimpi,
kelak kau akan tenang.
Ikhlas pun kau jelang.

Pastikan kau tau,
mereka disana,
menantimu,
menunggumu,
kembali menjadi dirimu.

Yang kuat,
ceria,
bahagia,
hangat,
penuh kasih,
mimpi,
dan keinginan.

Aku tau..
kamu pasti bisa.
Ikhlas kan semua sayang.
Sekarang.

Tuhan.

Aku menginginkannya.
Agar dapat mendampingi.
Agar dapat menyejukkan.
Agar dapat menenangkan.
Agar dapat menyeimbangkan.
Agar dapat menetralkan.
Agar dapat menguatkan.

Tuhan.
Aku merindunya.
Hingga batas ini.

Tuhan.
Aku ingin,
dia hadir,
karena Engkau.

Tuesday, December 25, 2007

Me

MIZZ YOU!

Sunday, December 23, 2007

Aku.

Berjalan, terus.
Berlari, terus.
Berderak, terus.
Berdetak, terus.

Aku.
Tidak berhenti.

Aku.
Ingin berlari.

Aku.
Ingin menyelesaikan.

Aku.
Sudah memilih.
Resiko, pasti ada.
Ini, salah satunya.
Yang lain, semoga tak ada.

Aku.
Berharap, banyak.
Semoga, semua baik-baik.

Friday, December 21, 2007

Dunia ku.

Kamu tau?
Seperti pelangi.
Seperti roller coaster.

Tapi kamu tau?
Pelangi itu indah.
Warna-warninya.
Sensasinya.
Sejuknya.
Intensitasnya.
Yang tidak semua orang dapat melihat.

Dan kamu tau?
Roller coaster itu selalu diminati.
Selalu diingini.
Selalu digandrungi.
Sensasinya.
Perputarannya.
Dinamikanya.
Yang tidak semua orang dapat menikmati.

Kamu tau?
Hidup ini ternyata seru.
Penuh kejutan.
Penuh surprising.
Penuh ke-tibatiba-an.
Penuh sensasi.
Penuh airmata.
Penuh tawa.
Dan aku,
alhamdulillah mengerti,
ini semua bukti aku mencintai hidup ;)

Ibu

Aku,
Hanya ingin membuat mu terseyum.
Hanya ingin membuat mu bahagia.
Hanya ingin membuat mu bangga.
Hanya ingin membuat mu ikhlas.

Karena ku tau,
ikhlas mu adalah ikhlas-Nya.

Ridhoi diri ini.
Ikhlas kan diri ini.
Doa kan diri ini.

Karena ku tau,
doa mu adalah ketetapan-Nya.

Kamu

Aku.
Disini.
Kamu tau.

Aku.
Bahagia.
Kamu tau.

Aku.
Muram.
Kamu tau.

Aku.
Perasaan ku.
Mungkin kamu tau.

Aku.
Keinginan ku.
Kamu tau?..
Kamu.

Kita

Bermimpi.
Sama.
Serupa.

Kita.
Berharap.
Sama.
Serupa.

Tentang masa depan.

Thursday, December 20, 2007

Diam

Aku terdiam.
Bisu.
Seribu bahasa.

Jalan ini.
Begitu panjang.
Berliku.
Berlubang.
Penuh kejutan.
Dinamis.
Sangat.

Harap ku:
Semoga semua baik-baik.

Monday, December 17, 2007

Rencana

Rencana ada tuk penyemangat.
Rencana ada tuk ngasi tau kita mo ngapain.
Rencana ada tuk tau what next.
Rencana ada tuk bikin hidup lebih hidup.
Rencana ada tuk sebuah misi,
mewujudkan rencana itu.

Walo tau tetep eksekusi ada di tangan-Nya.
Tetep lah manusia mah seneng bikin rencana.
Karena emang dengan rencana kita jadi semangat.
Jadi tau mau ngapain aja.
Jadi ada yang di kejer.
Ada yang di tuju.
Ada yang di cari.

Sensasinya itu lho.
Keren.
Asik.
Penyemangat.

Kalo bangun pagi suka pengen tau kan what next.
Kalo inget ada rencana2 yang kita punya,
pasti jadi semangat.
Hap. Hap. Hap.
Masuk kamar mandi juga semangat.
Semangat 2007. 2008 malah.

Setelah itu juga jadi seger.
Bawaannya pengen nyanyi terus.
Apa aja yang ada dikepala.
Malah suka pas aja gitu lirik yang keluar,
dengan apa yang lagi di pikiran.
Begitu kebetulan. Sering Mirip.
Otak kan emang punya kemampuan tuk tracing back
apa2 yang mirip. Apa pun bentuknya.
Kalo lagi pengen nyanyi, ya lirik yang keluar.
Kalo lagi pengen nulis, jadi deh novel.

Jadi bikin rencana deh.
Ngapain kek. Ngapain dong.
Yang seru2. Yang asik2.
Biar semangat.
Biar seger.
Biar tau mo ngapain.
Yang gak cuman hidup kayak robot.
Day by day sama. Itu2 aja.
Kalo ada yang direncanain kan asik.

Rencana... aku dataaaaang!