Gak usah tanya Kenapa.
Karena gak ada yang tau jawabnya.
Jalan aja terus.
Tetap tegak berdiri.
Menyelesaikan yang didepan mata.
Sambil melihat kanan dan kiri.
Kiranya ada peluang untuk berbelok,
lalui.. tanpa harus berfikir lagi.
Gak perlu tanya Kenapa.
Karena gak ada yang tau jawabnya.
Tetapkan hati.
Untuk terus melangkah.
Menyelesaikan setiap tahap.
Tak perlu berfikir akan akhir.
Karena tak tahu kapan suatu akhir.
Hanya tahu semua ini adalah proses.
Menuju akhir yang kita semua tuju.
Saat jiwa meninggalkan raga.
Saat itu barulah tiba sebuah akhir.
Saat semua proses dipertanggung jawabkan.
Manusia, tak luput dari salah.
Hanya yang terus melangkah,
yang bisa menyelesaikan proses dengan baik.
Mari kita terus melangkah.
Dengan hati mantap.
Tanpa takut akan apa yang terjadi.
Percaya pada-Nya.
Pada perencanaan-Nya.
Semua sudah tertulis.
Lengkap.
Pun pasti kapan proses dan akhir.
Wednesday, January 30, 2008
Liburan
Cuti 8 hari kerja.
Dapet 12 hari.
Trip Asia Tenggara.
Jakarta - Batam (nginep 1 malem)
Batam - Singapura (nginep 2 malem)
Singapura - Phuket, Thailand (nginep 2 malem)
Phuket - KL (nginep 4 malem)
Fun.
Seru.
Pengalaman baru.
Tentang banyak hal.
Negara baru.
Kota baru.
Orang-orang baru.
Pemandangan baru.
Human relation.
Friendship.
Toleransi.
Kerjasama.
Percaya.
Komunikasi.
Kurang rasanya.
Masih ingin menjelajah.
Banyak hal bisa dilihat.
Dipelajari.
Diambil hikmah.
Next destination : Mekkah.
Dapet 12 hari.
Trip Asia Tenggara.
Jakarta - Batam (nginep 1 malem)
Batam - Singapura (nginep 2 malem)
Singapura - Phuket, Thailand (nginep 2 malem)
Phuket - KL (nginep 4 malem)
Fun.
Seru.
Pengalaman baru.
Tentang banyak hal.
Negara baru.
Kota baru.
Orang-orang baru.
Pemandangan baru.
Human relation.
Friendship.
Toleransi.
Kerjasama.
Percaya.
Komunikasi.
Kurang rasanya.
Masih ingin menjelajah.
Banyak hal bisa dilihat.
Dipelajari.
Diambil hikmah.
Next destination : Mekkah.
Wednesday, January 16, 2008
Monday, January 14, 2008
Dua Sisi
Seperti dua sisi mata uang..
Berbeda.. tapi saling melekat.
Aku mengenal mu dari dua sisi itu.
Sisi yang bikin aku nyaman banget bersama kamu,
dan sisi yang bikin aku terkaget-kaget.
Entah kenapa dua sisi itu seperti tidak selaras,
namun selalu bersisian, hingga tak mudah ku pisahkan.
Mungkin memang aku belom mengetahui dirimu.
Mungkin memang aku belom memahami dirimu.
Entah mana yang sesungguhnya dirimu.
Aku berharap sisi yang membuat ku nyaman.
Bantu aku memahami dirimu.
Hingga ku paham akan sisi-sisi pribadi mu.
Yang ku tau sangat berkualitas baik.
Berbeda.. tapi saling melekat.
Aku mengenal mu dari dua sisi itu.
Sisi yang bikin aku nyaman banget bersama kamu,
dan sisi yang bikin aku terkaget-kaget.
Entah kenapa dua sisi itu seperti tidak selaras,
namun selalu bersisian, hingga tak mudah ku pisahkan.
Mungkin memang aku belom mengetahui dirimu.
Mungkin memang aku belom memahami dirimu.
Entah mana yang sesungguhnya dirimu.
Aku berharap sisi yang membuat ku nyaman.
Bantu aku memahami dirimu.
Hingga ku paham akan sisi-sisi pribadi mu.
Yang ku tau sangat berkualitas baik.
Sunday, January 13, 2008
Kita
Ternyata..
Bukan tentang Kamu.. Tapi Aku!
Bukan Kamu yang harus berubah,
Tapi Aku..
Bukan Kamu yang harus menyesuaikan,
Tapi Aku..
Bukan Kamu yang harus mendekat,
Tapi Aku..
Bukan Kamu yang harus bicara,
Tapi Aku..
..
Semestinya memang bukan Kamu atau Aku,
Tapi Kita..
Kita yang harus bicara..
Kita yang harus menyesuaikan..
Kita yang harus mendekat..
Kita yang harus bicara..
Kita yang harus mengalah..
..
Bukan hanya Aku..
Bukan hanya Kamu..
Tapi Kita..
Aku dan Kamu..
Saling..
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk bisa bertemu.
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk bisa mengerti.
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk bisa memahami.
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk dapat bersama.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya meniti.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya menjalani.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya saling mendekat.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya saling mengerti.
Karena jalan ini untuk Kita,
Makan Kita yang harusnya saling memahami.
...
Kamu pahami Aku,
Aku pahami Kamu.
Kita saling memahami.
Bukan tentang Kamu.. Tapi Aku!
Bukan Kamu yang harus berubah,
Tapi Aku..
Bukan Kamu yang harus menyesuaikan,
Tapi Aku..
Bukan Kamu yang harus mendekat,
Tapi Aku..
Bukan Kamu yang harus bicara,
Tapi Aku..
..
Semestinya memang bukan Kamu atau Aku,
Tapi Kita..
Kita yang harus bicara..
Kita yang harus menyesuaikan..
Kita yang harus mendekat..
Kita yang harus bicara..
Kita yang harus mengalah..
..
Bukan hanya Aku..
Bukan hanya Kamu..
Tapi Kita..
Aku dan Kamu..
Saling..
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk bisa bertemu.
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk bisa mengerti.
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk bisa memahami.
Kalau hanya salah satu,
rasanya mustahil untuk dapat bersama.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya meniti.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya menjalani.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya saling mendekat.
Karena jalan ini untuk Kita,
Maka Kita yang harusnya saling mengerti.
Karena jalan ini untuk Kita,
Makan Kita yang harusnya saling memahami.
...
Kamu pahami Aku,
Aku pahami Kamu.
Kita saling memahami.
Wednesday, January 02, 2008
Kamu
Kalo pun ada yang berubah,
itu Kamu.
Kalo pun ada yang harus diseimbangkan,
itu tentang Kamu.
Kalo pun ada yang harus dimengerti,
itu Kamu.
Kalo pun ada yang harus menghampiri,
itu juga Kamu.
Kalo pun ada yang harus mengatakan,
itu pasti Kamu.
Kalo pun ada yang harus membicarakan,
itu dimulai dari Kamu.
Kalo pun ada yang mengalah,
itu Kita.
Aku akan menjawab.
Aku akan menunggu.
Aku akan menemani.
Aku akan menjelaskan.
Semua hal yang Kamu pengen tau tentang Aku.
itu Kamu.
Kalo pun ada yang harus diseimbangkan,
itu tentang Kamu.
Kalo pun ada yang harus dimengerti,
itu Kamu.
Kalo pun ada yang harus menghampiri,
itu juga Kamu.
Kalo pun ada yang harus mengatakan,
itu pasti Kamu.
Kalo pun ada yang harus membicarakan,
itu dimulai dari Kamu.
Kalo pun ada yang mengalah,
itu Kita.
Aku akan menjawab.
Aku akan menunggu.
Aku akan menemani.
Aku akan menjelaskan.
Semua hal yang Kamu pengen tau tentang Aku.
Tuesday, January 01, 2008
2008
Tetep semangat,
Yang jelek2 di 2007 tinggalin,
Yang bagus2 di 2007 terusin.
Secara kualitas harus lebih baik,
Secara mental, hati dan fisik.
Teruskan langkah,
Selesaikan dengan baik.
Kalaupun harus ada yang berubah,
Selesaikan dengan elegant.
Kalaupun harus ada yang ditambah,
Selesaikan dengan manis.
Tetap melangkah,
Kepala tegak,
Hati terbuka,
Pikiran terbuka.
Bismillah hirrohman nirrohim.
Yang jelek2 di 2007 tinggalin,
Yang bagus2 di 2007 terusin.
Secara kualitas harus lebih baik,
Secara mental, hati dan fisik.
Teruskan langkah,
Selesaikan dengan baik.
Kalaupun harus ada yang berubah,
Selesaikan dengan elegant.
Kalaupun harus ada yang ditambah,
Selesaikan dengan manis.
Tetap melangkah,
Kepala tegak,
Hati terbuka,
Pikiran terbuka.
Bismillah hirrohman nirrohim.
Thursday, December 27, 2007
Unbreakable
Tunjukkan Semangatmu Yang Tak Terpatahkan!
Cayoooooooooooooooooooo..
SEMANGAT.. SEMANGAT!!
Cayoooooooooooooooooooo..
SEMANGAT.. SEMANGAT!!
Semoga Semua Lancar, Amin.
Aku sudah menghadap.
Aku sudah menyelesaikan.
Aku sudah melihat.
Memang bukan hal mudah,
tapi juga bukan hal yang tidak mungkin.
Adalah wajar jika merasa bersalah,
malah kurang ajar kalo tidak merasa bersalah.
Aku janji,
ini yang terakhir.
Aku janji,
nanti lebih baik.
Aku janji,
ini hanya sampai waktu ku.
Menyelesaikan yang sedang berjalan.
Sampai masanya nanti,
aku terbang lagi,
mencari tempat yang aku ingini.
Semoga,
semua lancar sesuai rencana, Amin.
Aku sudah menyelesaikan.
Aku sudah melihat.
Memang bukan hal mudah,
tapi juga bukan hal yang tidak mungkin.
Adalah wajar jika merasa bersalah,
malah kurang ajar kalo tidak merasa bersalah.
Aku janji,
ini yang terakhir.
Aku janji,
nanti lebih baik.
Aku janji,
ini hanya sampai waktu ku.
Menyelesaikan yang sedang berjalan.
Sampai masanya nanti,
aku terbang lagi,
mencari tempat yang aku ingini.
Semoga,
semua lancar sesuai rencana, Amin.
Wednesday, December 26, 2007
Ikhlas.
"Kalo pun itu lo ambil, gak akan menyelesaikan masalah kan?
Untuk jalan selanjutnya, gak mudah, lo tau itu. Dan kalo pun
berhasil lo dapetin, belom tentu lebih baik. Ikhlasin aja.
Kita berjuang aja."
"Gimana caranya ikhlasin hal yang kita gak mau nerima?"
-----
speechless
-----
conversation hang up
Selalu dan selalu.
Terus dan terus.
Belum selesai.
Terlihat makin buruk.
Karena memang tidak diselesaikan.
Hanya di minggirkan, sebentar,
tuk kemudian muncul lagi,
dengan pola yang sama,
dan kadang tampak lebih buruk.
No.
Tidak lebih buruk sebenernya.
Cuma karena dah lama dialamin,
jadi seperti gak beres-beres.
Dan tampak lebih buruk.
Emosi menguasai pikiran,
jadi gak bisa berfikir logis.
Mestinya dah paham apa yang harus dilakukan,
hanya karena emosi menguasai,
jadi gak keluar apa yang seharusnya.
Mending mundur sejenak dari ini semua,
keluar dari rutinitas yang ada.
Ke suatu keadaan hening.
Ke sebuah kesunyian.
Hingga akhirnya,
pikiran logis dapat lagi hadir.
Tuk kemudia paham apa yang harusnya dilakukan.
Bukan, bukan karena otak mu tumpul.
Pun bukan karena kau tidak punya hati.
Apalagi hilang tanggung jawab.
Aku tau,
kau punya semua itu.
Terlalu banyak hadir dalam pikiran.
Terlalu banyak cabang di otak.
Terlalu banyak orang hadir di hati mu.
Hingga skala prioritas tidak lagi berarti.
Harus pandai memetakan,
apa yang sesungguhnya terjadi.
First thing first.
Untuk ikhlas memang harus dilatih.
Menerima keadaan, itu kuncinya.
Harus lah diterima,
apa pun kondisinya.
Gak mudah memang.
Apalagi tuk hal yang tidak diingini dari awal.
Tapi percayalah, terbaik menurut mu,
belum tentu terbaik menurut-Nya.
Bukan tidak mungkin kau raih mimpi.
Kejarlah mimpi itu.
Coba kau raih,
hingga batas tak tertutup.
Namun, selagi belum dapat,
kau nikmati apa yang ada.
Karena orang terbaik adalah,
yang bisa bersukur atas apa kondisinya saat ini.
Bukan jadi tidak menerima,
ato selalu merasa rendah,
karena memang kau tidak rendah.
Kau tinggi, di atas sana,
tapi kau terlalu sering liat ke atas,
hingga tak tau kau sudah di atas.
Lihat lah ke bawah,
masih banyak yang lebih bawah dari mu.
Namun mereka bahagia.
Tidak kah kau ingin seperti mereka?
Bahagia atas apa yang dimiliki,
tanpa harus merasa terbebani,
atau pun sakit kepala.
Kuncinya satu.. bersukur.
Aku paham,
kau tetap ingin meraih mimpi.
Raihlah,
kejarlah,
gapai semua mimpi mu.
Bukan tidak mungkin.
Bukan mustahil
Aku tau kau mampu.
Dengan berjalan santai,
menerima apa yang ada,
berusaha menggapai mimpi,
kelak kau akan tenang.
Ikhlas pun kau jelang.
Pastikan kau tau,
mereka disana,
menantimu,
menunggumu,
kembali menjadi dirimu.
Yang kuat,
ceria,
bahagia,
hangat,
penuh kasih,
mimpi,
dan keinginan.
Aku tau..
kamu pasti bisa.
Ikhlas kan semua sayang.
Sekarang.
Untuk jalan selanjutnya, gak mudah, lo tau itu. Dan kalo pun
berhasil lo dapetin, belom tentu lebih baik. Ikhlasin aja.
Kita berjuang aja."
"Gimana caranya ikhlasin hal yang kita gak mau nerima?"
-----
speechless
-----
conversation hang up
Selalu dan selalu.
Terus dan terus.
Belum selesai.
Terlihat makin buruk.
Karena memang tidak diselesaikan.
Hanya di minggirkan, sebentar,
tuk kemudian muncul lagi,
dengan pola yang sama,
dan kadang tampak lebih buruk.
No.
Tidak lebih buruk sebenernya.
Cuma karena dah lama dialamin,
jadi seperti gak beres-beres.
Dan tampak lebih buruk.
Emosi menguasai pikiran,
jadi gak bisa berfikir logis.
Mestinya dah paham apa yang harus dilakukan,
hanya karena emosi menguasai,
jadi gak keluar apa yang seharusnya.
Mending mundur sejenak dari ini semua,
keluar dari rutinitas yang ada.
Ke suatu keadaan hening.
Ke sebuah kesunyian.
Hingga akhirnya,
pikiran logis dapat lagi hadir.
Tuk kemudia paham apa yang harusnya dilakukan.
Bukan, bukan karena otak mu tumpul.
Pun bukan karena kau tidak punya hati.
Apalagi hilang tanggung jawab.
Aku tau,
kau punya semua itu.
Terlalu banyak hadir dalam pikiran.
Terlalu banyak cabang di otak.
Terlalu banyak orang hadir di hati mu.
Hingga skala prioritas tidak lagi berarti.
Harus pandai memetakan,
apa yang sesungguhnya terjadi.
First thing first.
Untuk ikhlas memang harus dilatih.
Menerima keadaan, itu kuncinya.
Harus lah diterima,
apa pun kondisinya.
Gak mudah memang.
Apalagi tuk hal yang tidak diingini dari awal.
Tapi percayalah, terbaik menurut mu,
belum tentu terbaik menurut-Nya.
Bukan tidak mungkin kau raih mimpi.
Kejarlah mimpi itu.
Coba kau raih,
hingga batas tak tertutup.
Namun, selagi belum dapat,
kau nikmati apa yang ada.
Karena orang terbaik adalah,
yang bisa bersukur atas apa kondisinya saat ini.
Bukan jadi tidak menerima,
ato selalu merasa rendah,
karena memang kau tidak rendah.
Kau tinggi, di atas sana,
tapi kau terlalu sering liat ke atas,
hingga tak tau kau sudah di atas.
Lihat lah ke bawah,
masih banyak yang lebih bawah dari mu.
Namun mereka bahagia.
Tidak kah kau ingin seperti mereka?
Bahagia atas apa yang dimiliki,
tanpa harus merasa terbebani,
atau pun sakit kepala.
Kuncinya satu.. bersukur.
Aku paham,
kau tetap ingin meraih mimpi.
Raihlah,
kejarlah,
gapai semua mimpi mu.
Bukan tidak mungkin.
Bukan mustahil
Aku tau kau mampu.
Dengan berjalan santai,
menerima apa yang ada,
berusaha menggapai mimpi,
kelak kau akan tenang.
Ikhlas pun kau jelang.
Pastikan kau tau,
mereka disana,
menantimu,
menunggumu,
kembali menjadi dirimu.
Yang kuat,
ceria,
bahagia,
hangat,
penuh kasih,
mimpi,
dan keinginan.
Aku tau..
kamu pasti bisa.
Ikhlas kan semua sayang.
Sekarang.
Sunday, December 23, 2007
Friday, December 21, 2007
Dunia ku.
Kamu tau?
Seperti pelangi.
Seperti roller coaster.
Tapi kamu tau?
Pelangi itu indah.
Warna-warninya.
Sensasinya.
Sejuknya.
Intensitasnya.
Yang tidak semua orang dapat melihat.
Dan kamu tau?
Roller coaster itu selalu diminati.
Selalu diingini.
Selalu digandrungi.
Sensasinya.
Perputarannya.
Dinamikanya.
Yang tidak semua orang dapat menikmati.
Kamu tau?
Hidup ini ternyata seru.
Penuh kejutan.
Penuh surprising.
Penuh ke-tibatiba-an.
Penuh sensasi.
Penuh airmata.
Penuh tawa.
Dan aku,
alhamdulillah mengerti,
ini semua bukti aku mencintai hidup ;)
Seperti pelangi.
Seperti roller coaster.
Tapi kamu tau?
Pelangi itu indah.
Warna-warninya.
Sensasinya.
Sejuknya.
Intensitasnya.
Yang tidak semua orang dapat melihat.
Dan kamu tau?
Roller coaster itu selalu diminati.
Selalu diingini.
Selalu digandrungi.
Sensasinya.
Perputarannya.
Dinamikanya.
Yang tidak semua orang dapat menikmati.
Kamu tau?
Hidup ini ternyata seru.
Penuh kejutan.
Penuh surprising.
Penuh ke-tibatiba-an.
Penuh sensasi.
Penuh airmata.
Penuh tawa.
Dan aku,
alhamdulillah mengerti,
ini semua bukti aku mencintai hidup ;)
Thursday, December 20, 2007
Monday, December 17, 2007
Rencana
Rencana ada tuk penyemangat.
Rencana ada tuk ngasi tau kita mo ngapain.
Rencana ada tuk tau what next.
Rencana ada tuk bikin hidup lebih hidup.
Rencana ada tuk sebuah misi,
mewujudkan rencana itu.
Walo tau tetep eksekusi ada di tangan-Nya.
Tetep lah manusia mah seneng bikin rencana.
Karena emang dengan rencana kita jadi semangat.
Jadi tau mau ngapain aja.
Jadi ada yang di kejer.
Ada yang di tuju.
Ada yang di cari.
Sensasinya itu lho.
Keren.
Asik.
Penyemangat.
Kalo bangun pagi suka pengen tau kan what next.
Kalo inget ada rencana2 yang kita punya,
pasti jadi semangat.
Hap. Hap. Hap.
Masuk kamar mandi juga semangat.
Semangat 2007. 2008 malah.
Setelah itu juga jadi seger.
Bawaannya pengen nyanyi terus.
Apa aja yang ada dikepala.
Malah suka pas aja gitu lirik yang keluar,
dengan apa yang lagi di pikiran.
Begitu kebetulan. Sering Mirip.
Otak kan emang punya kemampuan tuk tracing back
apa2 yang mirip. Apa pun bentuknya.
Kalo lagi pengen nyanyi, ya lirik yang keluar.
Kalo lagi pengen nulis, jadi deh novel.
Jadi bikin rencana deh.
Ngapain kek. Ngapain dong.
Yang seru2. Yang asik2.
Biar semangat.
Biar seger.
Biar tau mo ngapain.
Yang gak cuman hidup kayak robot.
Day by day sama. Itu2 aja.
Kalo ada yang direncanain kan asik.
Rencana... aku dataaaaang!
Rencana ada tuk ngasi tau kita mo ngapain.
Rencana ada tuk tau what next.
Rencana ada tuk bikin hidup lebih hidup.
Rencana ada tuk sebuah misi,
mewujudkan rencana itu.
Walo tau tetep eksekusi ada di tangan-Nya.
Tetep lah manusia mah seneng bikin rencana.
Karena emang dengan rencana kita jadi semangat.
Jadi tau mau ngapain aja.
Jadi ada yang di kejer.
Ada yang di tuju.
Ada yang di cari.
Sensasinya itu lho.
Keren.
Asik.
Penyemangat.
Kalo bangun pagi suka pengen tau kan what next.
Kalo inget ada rencana2 yang kita punya,
pasti jadi semangat.
Hap. Hap. Hap.
Masuk kamar mandi juga semangat.
Semangat 2007. 2008 malah.
Setelah itu juga jadi seger.
Bawaannya pengen nyanyi terus.
Apa aja yang ada dikepala.
Malah suka pas aja gitu lirik yang keluar,
dengan apa yang lagi di pikiran.
Begitu kebetulan. Sering Mirip.
Otak kan emang punya kemampuan tuk tracing back
apa2 yang mirip. Apa pun bentuknya.
Kalo lagi pengen nyanyi, ya lirik yang keluar.
Kalo lagi pengen nulis, jadi deh novel.
Jadi bikin rencana deh.
Ngapain kek. Ngapain dong.
Yang seru2. Yang asik2.
Biar semangat.
Biar seger.
Biar tau mo ngapain.
Yang gak cuman hidup kayak robot.
Day by day sama. Itu2 aja.
Kalo ada yang direncanain kan asik.
Rencana... aku dataaaaang!
Terbaik
Ketika semua sudah direncakan,
semua sudah di tata..
Tiba-tiba sesuatu terjadi,
memporak porandakan apa yang ada.
Manusia memang hanya bisa berencana,
eksekusi akhir tetep Dia yang nentuin.
Sang Sutradara.
Dengan Grand Design-Nya.
Sebagai manusia kita suka bertanya2.
Kenapa. Kenapa. Kenapa.
Gak usah ditanyain,
kalo emang ada dalam Grand Design-Nya,
semua yang gak mungkin menjadi mungkin.
Semua yang ada bisa jadi tidak ada.
Dalam sekejap.
Kita cuma harus menyiapkan diri,
tuk bisa nerima apa pun kondisi,
seperti hal nya kita nerima siang dan malam.
Pasti dateng. Gantian.
Terang dan Gelap.
"Ibu, kenapa ya jalannya seperti sulit?"
"Bukan sulit Nak. Ini memang struktur jalannya."
"Tapi seperti tidak sama dengan jalan yang
dilewatin orang laen. Mereka tampak mudah."
"Belom tentu Anak ku. Itu cuma masalah sudut pandang.
Kamu melihat mereka ok, sementara mungkin melihat
kita lebih ok. Kalau aja kamu ngobrol lebih dalem
sama mereka, bakal tau apa yang sesungguhnya
mereka alamin. Semua orang pasti punya masalah,
cuma bentuknya aja beda2. Makanya Nabi nganjurin
tuk sering2 liat 'ke bawah', biar kamu tau apa
yang terjadi disana, biar kamu banyak bersyukur.
Sesungguhnya orang yang paling baik itu adalah
orang yang banyak bersyukur. Dengan apa pun
kondisi yang dihadapi. Karena kita gak pernah
tau, bisa jadi kondisi ini adalah lebih baik,
dari pada kondisi lain yang bisa terjadi."
Kita memang gak pernah tau,
apa yang kita hadapi ini sesungguhnya gimana.
Tapi yakin aja, kalo apa pun yang terjadi,
pasti yang terbaik tuk pengembangan diri.
Kita lagi ditempa, tuk satu bentuk yang lebih baik.
"Alhamdulillah ada dia. Alhamdulillah dia juga
pengertian. Dia tau gimana harus bersikap."
"Sukurlah."
"Dia datang di saat yang tepat. Semoga tepat
pula jika aku memilihnya, untuk menjadi partner
dalam hidup. Tuk bisa bergandengan tangan menjalani
hidup. Menyelesaikan setiap episode hidup dengan
baik. mengharap ridho-Nya."
"Amin. Semoga. Ibu berdoa untuk setiap langkah mu,
semoga dapet ridho-Nya. Semoga dapet yang terbaik."
semua sudah di tata..
Tiba-tiba sesuatu terjadi,
memporak porandakan apa yang ada.
Manusia memang hanya bisa berencana,
eksekusi akhir tetep Dia yang nentuin.
Sang Sutradara.
Dengan Grand Design-Nya.
Sebagai manusia kita suka bertanya2.
Kenapa. Kenapa. Kenapa.
Gak usah ditanyain,
kalo emang ada dalam Grand Design-Nya,
semua yang gak mungkin menjadi mungkin.
Semua yang ada bisa jadi tidak ada.
Dalam sekejap.
Kita cuma harus menyiapkan diri,
tuk bisa nerima apa pun kondisi,
seperti hal nya kita nerima siang dan malam.
Pasti dateng. Gantian.
Terang dan Gelap.
"Ibu, kenapa ya jalannya seperti sulit?"
"Bukan sulit Nak. Ini memang struktur jalannya."
"Tapi seperti tidak sama dengan jalan yang
dilewatin orang laen. Mereka tampak mudah."
"Belom tentu Anak ku. Itu cuma masalah sudut pandang.
Kamu melihat mereka ok, sementara mungkin melihat
kita lebih ok. Kalau aja kamu ngobrol lebih dalem
sama mereka, bakal tau apa yang sesungguhnya
mereka alamin. Semua orang pasti punya masalah,
cuma bentuknya aja beda2. Makanya Nabi nganjurin
tuk sering2 liat 'ke bawah', biar kamu tau apa
yang terjadi disana, biar kamu banyak bersyukur.
Sesungguhnya orang yang paling baik itu adalah
orang yang banyak bersyukur. Dengan apa pun
kondisi yang dihadapi. Karena kita gak pernah
tau, bisa jadi kondisi ini adalah lebih baik,
dari pada kondisi lain yang bisa terjadi."
Kita memang gak pernah tau,
apa yang kita hadapi ini sesungguhnya gimana.
Tapi yakin aja, kalo apa pun yang terjadi,
pasti yang terbaik tuk pengembangan diri.
Kita lagi ditempa, tuk satu bentuk yang lebih baik.
"Alhamdulillah ada dia. Alhamdulillah dia juga
pengertian. Dia tau gimana harus bersikap."
"Sukurlah."
"Dia datang di saat yang tepat. Semoga tepat
pula jika aku memilihnya, untuk menjadi partner
dalam hidup. Tuk bisa bergandengan tangan menjalani
hidup. Menyelesaikan setiap episode hidup dengan
baik. mengharap ridho-Nya."
"Amin. Semoga. Ibu berdoa untuk setiap langkah mu,
semoga dapet ridho-Nya. Semoga dapet yang terbaik."
Subscribe to:
Posts (Atom)