Ketika semua sudah direncakan,
semua sudah di tata..
Tiba-tiba sesuatu terjadi,
memporak porandakan apa yang ada.
Manusia memang hanya bisa berencana,
eksekusi akhir tetep Dia yang nentuin.
Sang Sutradara.
Dengan Grand Design-Nya.
Sebagai manusia kita suka bertanya2.
Kenapa. Kenapa. Kenapa.
Gak usah ditanyain,
kalo emang ada dalam Grand Design-Nya,
semua yang gak mungkin menjadi mungkin.
Semua yang ada bisa jadi tidak ada.
Dalam sekejap.
Kita cuma harus menyiapkan diri,
tuk bisa nerima apa pun kondisi,
seperti hal nya kita nerima siang dan malam.
Pasti dateng. Gantian.
Terang dan Gelap.
"Ibu, kenapa ya jalannya seperti sulit?"
"Bukan sulit Nak. Ini memang struktur jalannya."
"Tapi seperti tidak sama dengan jalan yang
dilewatin orang laen. Mereka tampak mudah."
"Belom tentu Anak ku. Itu cuma masalah sudut pandang.
Kamu melihat mereka ok, sementara mungkin melihat
kita lebih ok. Kalau aja kamu ngobrol lebih dalem
sama mereka, bakal tau apa yang sesungguhnya
mereka alamin. Semua orang pasti punya masalah,
cuma bentuknya aja beda2. Makanya Nabi nganjurin
tuk sering2 liat 'ke bawah', biar kamu tau apa
yang terjadi disana, biar kamu banyak bersyukur.
Sesungguhnya orang yang paling baik itu adalah
orang yang banyak bersyukur. Dengan apa pun
kondisi yang dihadapi. Karena kita gak pernah
tau, bisa jadi kondisi ini adalah lebih baik,
dari pada kondisi lain yang bisa terjadi."
Kita memang gak pernah tau,
apa yang kita hadapi ini sesungguhnya gimana.
Tapi yakin aja, kalo apa pun yang terjadi,
pasti yang terbaik tuk pengembangan diri.
Kita lagi ditempa, tuk satu bentuk yang lebih baik.
"Alhamdulillah ada dia. Alhamdulillah dia juga
pengertian. Dia tau gimana harus bersikap."
"Sukurlah."
"Dia datang di saat yang tepat. Semoga tepat
pula jika aku memilihnya, untuk menjadi partner
dalam hidup. Tuk bisa bergandengan tangan menjalani
hidup. Menyelesaikan setiap episode hidup dengan
baik. mengharap ridho-Nya."
"Amin. Semoga. Ibu berdoa untuk setiap langkah mu,
semoga dapet ridho-Nya. Semoga dapet yang terbaik."
Monday, December 17, 2007
Wish me luck
Suddenly everything going badly.
That plan.
This plan.
This things.
That things.
Im just trying to be a good daughter.
Im just trying to be a good sist.
Im just trying to be a good people.
If something happened out of my planned,
im quiet sure it's in His Grand Design.
Just wish me luck so everything will be alright!
That plan.
This plan.
This things.
That things.
Im just trying to be a good daughter.
Im just trying to be a good sist.
Im just trying to be a good people.
If something happened out of my planned,
im quiet sure it's in His Grand Design.
Just wish me luck so everything will be alright!
Sunday, December 16, 2007
Tuesday, December 11, 2007
Kenyamanan
...
"Kalo lo niat pasti bisa jalan sendiri,
gak harus nungguin gue"
"Enggak kok, gue sengaja emang nunggu lo,
biar kita bareng kesananya"
...
Apa iya ya gak niat?
Kenapa ya gak niat?
-tracing back-
...
"Gue tadi kesentil ma omongan lo tuh."
"Yang mana?"
"Itu yang bilang 'kalo aja lo niat pasti
bisa jalan sendiri', inget?"
"Oh iya inget. Trus?"
"Iya. Jadi mikir. Apa iya. Kenapa ya."
"Trus?"
"Kayaknya bener emang karena gak niat.
Gak niatnya karena situasinya. Males
kalo ternyata berujung pada pertanyaan
'yang mengganggu'. Males kalo kudu
ngadepin itu sendiri. Makanya gue
ngajak lo. Dengan asumsi lo berada di
situasi yang sama ma gue"
"Ye. Tau darimana kita ada dalam satu
situasi yang sama?"
"At least gue gak kenal lah ma sebelah
lo itu. Aman lah dikit. Akhir" ini gue
emang menghindari segala situasi,
pertemuan, kondisi yang bisa berujung
pada pertanyaan" yang 'mengganggu itu.
Males aja. Mules kalo denger."
"Tapi kan mereka itu temen" baik lo.
Mereka itu temen" lama lo. Gak seharusnya
lo bersikap begitu. Adepin aja. Paling
juga cuma sebentar. Abis itu lewat.
Gue aja gitu. Masih aman kok kalo maen
ma anak". Mereka gak berisik."
"Gue gak tau ya gimana kalo di tempat lo.
Yang pasti sih di tempat gue dah gak asik.
Males aja. Ya gue nyari tempat yang sekiranya
gue nyaman aja. Yang gak nyaman ya lewatin."
"Ya udah. Lo bikin nyaman diri lo aja.
Tar kalo udah lo telfon gue. Kita jadi
jalan ato enggak. Kabarin gue."
....
Kita emang selalu nyari tempat yang nyaman
tuk bersosialisasi. Tuk hinggap. Tuk berkembang.
Kalo satu tempat dirasa gak asik, apalagi kalo
dah mengganggu, pasti langsung di skip.
Lewatin aja. Gak penting banget.
Kadang emang perlu egois tuk bisa seneng.
Kadang emang perlu mikirin diri sendiri tuk gak mumet.
Kadang emang perlu fokus ke diri aja biar gak bete.
Daripada maksain berada di situasi yang gak nyaman,
mending kabur, nyari tempat sendiri yang nyaman.
Pada saatnya nanti kita bertemu, dengan situasi
yang beda pastinya, mungkin akan lebih enak.
"Kalo lo niat pasti bisa jalan sendiri,
gak harus nungguin gue"
"Enggak kok, gue sengaja emang nunggu lo,
biar kita bareng kesananya"
...
Apa iya ya gak niat?
Kenapa ya gak niat?
-tracing back-
...
"Gue tadi kesentil ma omongan lo tuh."
"Yang mana?"
"Itu yang bilang 'kalo aja lo niat pasti
bisa jalan sendiri', inget?"
"Oh iya inget. Trus?"
"Iya. Jadi mikir. Apa iya. Kenapa ya."
"Trus?"
"Kayaknya bener emang karena gak niat.
Gak niatnya karena situasinya. Males
kalo ternyata berujung pada pertanyaan
'yang mengganggu'. Males kalo kudu
ngadepin itu sendiri. Makanya gue
ngajak lo. Dengan asumsi lo berada di
situasi yang sama ma gue"
"Ye. Tau darimana kita ada dalam satu
situasi yang sama?"
"At least gue gak kenal lah ma sebelah
lo itu. Aman lah dikit. Akhir" ini gue
emang menghindari segala situasi,
pertemuan, kondisi yang bisa berujung
pada pertanyaan" yang 'mengganggu itu.
Males aja. Mules kalo denger."
"Tapi kan mereka itu temen" baik lo.
Mereka itu temen" lama lo. Gak seharusnya
lo bersikap begitu. Adepin aja. Paling
juga cuma sebentar. Abis itu lewat.
Gue aja gitu. Masih aman kok kalo maen
ma anak". Mereka gak berisik."
"Gue gak tau ya gimana kalo di tempat lo.
Yang pasti sih di tempat gue dah gak asik.
Males aja. Ya gue nyari tempat yang sekiranya
gue nyaman aja. Yang gak nyaman ya lewatin."
"Ya udah. Lo bikin nyaman diri lo aja.
Tar kalo udah lo telfon gue. Kita jadi
jalan ato enggak. Kabarin gue."
....
Kita emang selalu nyari tempat yang nyaman
tuk bersosialisasi. Tuk hinggap. Tuk berkembang.
Kalo satu tempat dirasa gak asik, apalagi kalo
dah mengganggu, pasti langsung di skip.
Lewatin aja. Gak penting banget.
Kadang emang perlu egois tuk bisa seneng.
Kadang emang perlu mikirin diri sendiri tuk gak mumet.
Kadang emang perlu fokus ke diri aja biar gak bete.
Daripada maksain berada di situasi yang gak nyaman,
mending kabur, nyari tempat sendiri yang nyaman.
Pada saatnya nanti kita bertemu, dengan situasi
yang beda pastinya, mungkin akan lebih enak.
Thursday, November 29, 2007
The Secret
" Anda dapat memiliki apa yang Anda inginkan jika Anda tahu cara
membentuk cetakan hal tersebut di dalam pikiran Anda.
Tidak ada impian yang tidak dapat terwujud jika Anda belajar
menggunakan Daya Cipta bekerja melalui Anda. Metode yang ampuh
bagi seseorang akan ampuh bagi semua orang.
Kunci dari daya ini terletak pada penggunaan apa yang Anda miliki,
sebebas-bebasnya dan sepenuhnya...
hingga membuka saluran Anda lebar-lebar bagi lebih banyak
Daya Cipta untuk mengalir melalui Anda".
(Robert Collier)
membentuk cetakan hal tersebut di dalam pikiran Anda.
Tidak ada impian yang tidak dapat terwujud jika Anda belajar
menggunakan Daya Cipta bekerja melalui Anda. Metode yang ampuh
bagi seseorang akan ampuh bagi semua orang.
Kunci dari daya ini terletak pada penggunaan apa yang Anda miliki,
sebebas-bebasnya dan sepenuhnya...
hingga membuka saluran Anda lebar-lebar bagi lebih banyak
Daya Cipta untuk mengalir melalui Anda".
(Robert Collier)
Monday, December 18, 2006
Thursday, November 09, 2006
Surat untuk Ibu
Ibu, maafkan anakmu
Yang tidak bisa memberi seperti yang kau inginkan
Yang tidak bisa menahan sakitnya apa yang dirasa
Yang tidak bisa sabar menunggu keajaiban
Ibu, maafkan anakmu
Yang tidak tau harus berbuat apa
Yang tidak mengerti mengapa ini terjadi
Yang tidak juga paham atas apa yang terjadi
Ibu, maafkan anakmu
Yang terus menghantuimu dengan sikapnya
Yang terus menggelayutimu dengan masalahnya
Yang terus membuat langkahmu terhalang
Ibu, maafkan anakmu
Aku ingin terbang Ibu
Aku ingin berubah
Aku ingin sesuatu yang berbeda
Aku ingin sesuatu yang lain dari yang sekarang
Aku ingin sesuatu yang lebih mengena di hati
Aku ingin sesuatu yang membuatku bersemangat
Ibu, maafkan anakmu
Yang tidak lagi mengerti arti menunggu
Yang tidak lagi mengerti arti pasrah
Ibu, maafkan anakmu
Yang ingin pindah
Yang ingin pergi
Yang ingin berjalan
Yang ingin menjelajah
Ibu, maafkan anakmu
Yang terus mencari
Yang tidak mengerti artinya bersukur
Yang terus ingin maju
Yang terus ingin bergerak
Ibu, maafkan anakmu
Yang tidak ingin berhenti
Yang tidak ingin ada di titik ini
Yang tidak ingin konstan
Yang tidak ingin statis
Ibu, maafkan anakmu
Yang terlalu pembosan ini
Yang terlalu ingin tahu
Yang terlalu ingin dinamis
Yang terlalu terus melaju
Maafkan aku Ibu..
Sungguh maafkan..
Doakan aku Ibu..
Sungguh doakan..
Berkahi aku Ibu..
Sungguh berkahi..
Agar lapang jalanku..
Agar ringan langkahku..
Agar mudah niatku..
Yang tidak bisa memberi seperti yang kau inginkan
Yang tidak bisa menahan sakitnya apa yang dirasa
Yang tidak bisa sabar menunggu keajaiban
Ibu, maafkan anakmu
Yang tidak tau harus berbuat apa
Yang tidak mengerti mengapa ini terjadi
Yang tidak juga paham atas apa yang terjadi
Ibu, maafkan anakmu
Yang terus menghantuimu dengan sikapnya
Yang terus menggelayutimu dengan masalahnya
Yang terus membuat langkahmu terhalang
Ibu, maafkan anakmu
Aku ingin terbang Ibu
Aku ingin berubah
Aku ingin sesuatu yang berbeda
Aku ingin sesuatu yang lain dari yang sekarang
Aku ingin sesuatu yang lebih mengena di hati
Aku ingin sesuatu yang membuatku bersemangat
Ibu, maafkan anakmu
Yang tidak lagi mengerti arti menunggu
Yang tidak lagi mengerti arti pasrah
Ibu, maafkan anakmu
Yang ingin pindah
Yang ingin pergi
Yang ingin berjalan
Yang ingin menjelajah
Ibu, maafkan anakmu
Yang terus mencari
Yang tidak mengerti artinya bersukur
Yang terus ingin maju
Yang terus ingin bergerak
Ibu, maafkan anakmu
Yang tidak ingin berhenti
Yang tidak ingin ada di titik ini
Yang tidak ingin konstan
Yang tidak ingin statis
Ibu, maafkan anakmu
Yang terlalu pembosan ini
Yang terlalu ingin tahu
Yang terlalu ingin dinamis
Yang terlalu terus melaju
Maafkan aku Ibu..
Sungguh maafkan..
Doakan aku Ibu..
Sungguh doakan..
Berkahi aku Ibu..
Sungguh berkahi..
Agar lapang jalanku..
Agar ringan langkahku..
Agar mudah niatku..
Wednesday, October 11, 2006
Terhempas
Hempasan itu begitu keras..
Kuat menghantam hingga sanubari.
Jarum jam terus berdetak
Penanda waktu terus berjalan
Kehidupan kan terus ada
Hingga matahari terbit dari barat
Aku melangkah sendiri
Mengusir sepi
Menikmati hidup
Dengan hikmat
Walau semu batas nikmat
Apalagi hikmat
Tanyakan pada batu karang
Berapa kali dirinya terhempas air laut
Akankah dia tetap di tempatnya
Menunggu hempasan berikutnya
Mungkin juga tidak
Lebih baik melebur bersama air
Agar tidak lagi dirasa
Hempasan yang menyakitkan
Akan kah kau tau
Aku disini sendiri
Menunggu mentari bersinar terang
Ke dalam ruang kelabu
Membuat gelap menjadi terang
Bukan
Bukan maksudku menghakimi
Aku hanya bercerita
Tentang hempasan yang begitu keras
Menghujam sampai ke dasar
Memberi luka yang merongga
Kuat menghantam hingga sanubari.
Jarum jam terus berdetak
Penanda waktu terus berjalan
Kehidupan kan terus ada
Hingga matahari terbit dari barat
Aku melangkah sendiri
Mengusir sepi
Menikmati hidup
Dengan hikmat
Walau semu batas nikmat
Apalagi hikmat
Tanyakan pada batu karang
Berapa kali dirinya terhempas air laut
Akankah dia tetap di tempatnya
Menunggu hempasan berikutnya
Mungkin juga tidak
Lebih baik melebur bersama air
Agar tidak lagi dirasa
Hempasan yang menyakitkan
Akan kah kau tau
Aku disini sendiri
Menunggu mentari bersinar terang
Ke dalam ruang kelabu
Membuat gelap menjadi terang
Bukan
Bukan maksudku menghakimi
Aku hanya bercerita
Tentang hempasan yang begitu keras
Menghujam sampai ke dasar
Memberi luka yang merongga
Tuesday, October 10, 2006
Ngantuk
Ngantuk..
Sejenis senyawa berbahaya dalam tubuh yang tidak dapat dikendalikan.
Ngantuk..
Sebuah sikap tubuh yang dengan tiba-tiba dan tidak dapat direncanakan.
Ngantuk..
Sebuah gaya hidup yang selalu dimiliki setiap manusia normal.
Ngantuk..
Sebuah kebutuhan untuk memberi nutrisi pada tubuh dan jiwa.
Ngantuk..
Sebuah keadaan diluar kontrol yang membawa efek positif dan negatif.
Ngantuk..
Sebuah kondisi untuk merebahkan tubuh di atas bidang datar.
Ngantuk..
Sedang saya alami sekarang ini, hari ini, jam ini, menit ini, detik ini.
Sejenis senyawa berbahaya dalam tubuh yang tidak dapat dikendalikan.
Ngantuk..
Sebuah sikap tubuh yang dengan tiba-tiba dan tidak dapat direncanakan.
Ngantuk..
Sebuah gaya hidup yang selalu dimiliki setiap manusia normal.
Ngantuk..
Sebuah kebutuhan untuk memberi nutrisi pada tubuh dan jiwa.
Ngantuk..
Sebuah keadaan diluar kontrol yang membawa efek positif dan negatif.
Ngantuk..
Sebuah kondisi untuk merebahkan tubuh di atas bidang datar.
Ngantuk..
Sedang saya alami sekarang ini, hari ini, jam ini, menit ini, detik ini.
Monday, October 09, 2006
Friday, October 06, 2006
Aku.. Dia.. Dan masa itu.
Datang ku disambut ramah. Oleh keluargamu.
Mama. Papa. Abang. Kamu. Semua hadir.
Kita nikmati hari.
Ruang tamu. Ruang makan. Ruang tivi.
Kamar. Kamar mandi. Kamar belakang.
Halaman depan. Halaman samping. Halaman belakang.
Semua indah. Semua menyapa. Hangat.
Tertawa. Bercerita. Tertawa. Bercerita.
Makan. Tertawa. Minum. Tertawa.
Penuh keceriaan. Penuh keramahan.
Hari itu semua indah.
Hari itu semua menyenangkan.
Hari itu semua berjalan lancar.
Hari itu semua mimpi menjadi nyata.
Ya Alloh.. wujudkan mimpi ku..
Aku.. Dia.. Dan masa itu.
Mama. Papa. Abang. Kamu. Semua hadir.
Kita nikmati hari.
Ruang tamu. Ruang makan. Ruang tivi.
Kamar. Kamar mandi. Kamar belakang.
Halaman depan. Halaman samping. Halaman belakang.
Semua indah. Semua menyapa. Hangat.
Tertawa. Bercerita. Tertawa. Bercerita.
Makan. Tertawa. Minum. Tertawa.
Penuh keceriaan. Penuh keramahan.
Hari itu semua indah.
Hari itu semua menyenangkan.
Hari itu semua berjalan lancar.
Hari itu semua mimpi menjadi nyata.
Ya Alloh.. wujudkan mimpi ku..
Aku.. Dia.. Dan masa itu.
Thursday, October 05, 2006
Banyak mau
"Jadi orang banyak maunya banget sih. Heran."
"Biarin. Emang salah kalo kita kepengen sesuatu?"
"Gue gak bilang salah. Tapi capek aja dengernya.
Sebentar bilang mo ganti hape. Sebentar bilang mo beli kamera.
Sebentar lagi bilang mo beli motor. Sebentar lagi bilang mo beli mobil."
"Hehehe.. Belom lagi ditambah gue bilang mo kuliah."
"Iya, itu juga. Tuh, banyak kan maunya?.. Jadi orang kok banyak maunya."
"Kalo gak banyak maunya, bukan gue namanya. Hehehe.."
Sepenggal obrolan singkat. Tapi memang begitu adanya.
Namanya manusia pasti kan banyak maunya.
Tergantung masing-masing orangnya, akan gimana dengan kemauannya itu.
Nah gue, termasuk orang yang suka keukeuh ma apa yang gue mau.
Dah gitu banyak lagi maunya.
Gak cuma satu. Ato dua. Melainkan banyak. keukeuh mode on.
Sampe detik ini gue belom menikah juga katanya karena banyak maunya.
Weh. Rasanya enggak deh kalo itu.
Karena belom ketemu yang pas aja kali.
Tapi banyak orang bilang alasan gue belom menikah karena itu.
Hi you guys, gak usah sok tau kalo belom kenal gue.
Tiap orang kan pasti punya kriteria sendiri untuk pasangan hidupnya.
Begitu juga gue. Ada beberapa kriteria primer.
Dan ada beberapa kriteria sekunder juga.
Nah, kalo sampe detik ini gue memilih untuk tetap sendiri
ya karena belom ketemu ama yang gue inginkan itu.
Tapi bener, itu standar biasa aja kok. Gak muluk-muluk.
Standar cewek kebanyakan. Standar manusia biasa aja.
Dan kriteria standar untuk seorang suami.
Semoga sih dalam waktu dekat segera ketemu yang pas.
Biar predikat perempuan-banyak-maunya tidak lagi menempel.
Hehehehe...
"Biarin. Emang salah kalo kita kepengen sesuatu?"
"Gue gak bilang salah. Tapi capek aja dengernya.
Sebentar bilang mo ganti hape. Sebentar bilang mo beli kamera.
Sebentar lagi bilang mo beli motor. Sebentar lagi bilang mo beli mobil."
"Hehehe.. Belom lagi ditambah gue bilang mo kuliah."
"Iya, itu juga. Tuh, banyak kan maunya?.. Jadi orang kok banyak maunya."
"Kalo gak banyak maunya, bukan gue namanya. Hehehe.."
Sepenggal obrolan singkat. Tapi memang begitu adanya.
Namanya manusia pasti kan banyak maunya.
Tergantung masing-masing orangnya, akan gimana dengan kemauannya itu.
Nah gue, termasuk orang yang suka keukeuh ma apa yang gue mau.
Dah gitu banyak lagi maunya.
Gak cuma satu. Ato dua. Melainkan banyak. keukeuh mode on.
Sampe detik ini gue belom menikah juga katanya karena banyak maunya.
Weh. Rasanya enggak deh kalo itu.
Karena belom ketemu yang pas aja kali.
Tapi banyak orang bilang alasan gue belom menikah karena itu.
Hi you guys, gak usah sok tau kalo belom kenal gue.
Tiap orang kan pasti punya kriteria sendiri untuk pasangan hidupnya.
Begitu juga gue. Ada beberapa kriteria primer.
Dan ada beberapa kriteria sekunder juga.
Nah, kalo sampe detik ini gue memilih untuk tetap sendiri
ya karena belom ketemu ama yang gue inginkan itu.
Tapi bener, itu standar biasa aja kok. Gak muluk-muluk.
Standar cewek kebanyakan. Standar manusia biasa aja.
Dan kriteria standar untuk seorang suami.
Semoga sih dalam waktu dekat segera ketemu yang pas.
Biar predikat perempuan-banyak-maunya tidak lagi menempel.
Hehehehe...
Wednesday, October 04, 2006
Bersukur
"Banyak orang terpenjara oleh pekerjaannya ya mbak?.."
Diana, sepupuku, tiba2 mengucapkan itu.
"Kenapa kok lo tiba2 ngomong begitu?.." balas ku.
"Itu beberapa teman ku baru aja telfon, curhat, tentang pekerjaan.
Dan semua bilang kalo gak cocok, mo resign, bete, dan sebagainya.
Tapi mereka gak bisa begitu aja keluar, karena mereka masih butuh
gaji dari pekerjaan nya itu. Kamu kan juga gitu mbak."
Yap, begitulah sepenggal obrolan kita.
Dan memang yang terjadi demikian, banyak orang terpenjara.
Tapi tidak dalam sel, tidak dalam ruang tahanan.
Melainkan di sebuah ruang yang disebut kantor. Pekerjaan.
Yang dilakoni dari hari ke hari.
Bukan bermaksud tidak bersukur dengan apa yang sudah didapat.
Bukan juga menafikkan apa yang sudah kantor berikan ke aku.
Tapi memang sangat tidak menyenangkan apabila kita harus
mengerjakan pekerjaan yang tidak kita sukai. Not in my shoes.
Untuk sebagian orang mungkin hal itu tidak jadi masalah.
Bukan hal yang sulit untuk dapat adaptasi di tempat baru.
Bukan hal yang sulit juga adaptasi di pekerjaan.
Walopun pekerjaan itu tidak sesuai minat.
Walopun pekerjaan itu tidak sesuai kehendak hati.
Tapi untuk sebagian lain, hal ini jadi masalah. Big trouble.
Namun juga tidak boleh gegabah.
Harus diingat juga niat awal bekerja itu untuk apa.
Hanya untuk menyalurkan energi kah?..
Atau untuk menyalurkan bakat kah?..
Atau untuk mengakomodir minat kah?..
Atau sudah menjadi kewajiban?..
Karena memang kita membutuhkan uang dari gaji yang didapat.
Nah, akan lebih menyenangkan apabila point diatas semua terpenuhi.
Akan lebih menyenangkan dalam menjalaninya.
Tapi harus diingat, di dunia ini seringkali apa yang kita inginkan
belum tentu bisa dengan mudah kita dapatkan.
Jadi, perlu kebesaran hati untuk dapat berdamai dengan situasi yang ada.
Agar tidak lagi kesakitan yang didapat.
Agar dapat dengan tenang dan bijak menjalankan hari.
Agar dapat sedikit demi sedikit mendapat yang diinginkan.
Agar dapat bersukur.
Sesungguhnya sebutir debu terbang pun atas kehendak-Nya.
Diana, sepupuku, tiba2 mengucapkan itu.
"Kenapa kok lo tiba2 ngomong begitu?.." balas ku.
"Itu beberapa teman ku baru aja telfon, curhat, tentang pekerjaan.
Dan semua bilang kalo gak cocok, mo resign, bete, dan sebagainya.
Tapi mereka gak bisa begitu aja keluar, karena mereka masih butuh
gaji dari pekerjaan nya itu. Kamu kan juga gitu mbak."
Yap, begitulah sepenggal obrolan kita.
Dan memang yang terjadi demikian, banyak orang terpenjara.
Tapi tidak dalam sel, tidak dalam ruang tahanan.
Melainkan di sebuah ruang yang disebut kantor. Pekerjaan.
Yang dilakoni dari hari ke hari.
Bukan bermaksud tidak bersukur dengan apa yang sudah didapat.
Bukan juga menafikkan apa yang sudah kantor berikan ke aku.
Tapi memang sangat tidak menyenangkan apabila kita harus
mengerjakan pekerjaan yang tidak kita sukai. Not in my shoes.
Untuk sebagian orang mungkin hal itu tidak jadi masalah.
Bukan hal yang sulit untuk dapat adaptasi di tempat baru.
Bukan hal yang sulit juga adaptasi di pekerjaan.
Walopun pekerjaan itu tidak sesuai minat.
Walopun pekerjaan itu tidak sesuai kehendak hati.
Tapi untuk sebagian lain, hal ini jadi masalah. Big trouble.
Namun juga tidak boleh gegabah.
Harus diingat juga niat awal bekerja itu untuk apa.
Hanya untuk menyalurkan energi kah?..
Atau untuk menyalurkan bakat kah?..
Atau untuk mengakomodir minat kah?..
Atau sudah menjadi kewajiban?..
Karena memang kita membutuhkan uang dari gaji yang didapat.
Nah, akan lebih menyenangkan apabila point diatas semua terpenuhi.
Akan lebih menyenangkan dalam menjalaninya.
Tapi harus diingat, di dunia ini seringkali apa yang kita inginkan
belum tentu bisa dengan mudah kita dapatkan.
Jadi, perlu kebesaran hati untuk dapat berdamai dengan situasi yang ada.
Agar tidak lagi kesakitan yang didapat.
Agar dapat dengan tenang dan bijak menjalankan hari.
Agar dapat sedikit demi sedikit mendapat yang diinginkan.
Agar dapat bersukur.
Sesungguhnya sebutir debu terbang pun atas kehendak-Nya.
Monday, June 12, 2006
Empat..
Lagi ketimbun kerjaan kantor yang gak tau kapan beresnya ini
(this job is just like "never ending project") tiba2 iseng aja
blogwalking ke tempat Bunda ini, eh ternyata dapet lemparan..
Mungkin doi tau gue dah gak pernah buka2 lagi blog ini!hehe..
Sebenernya sih gue gak terlalu suka liat angka 4, bentuknya
seperti kurang alus! Lebih suka liat angka 8 ato 10. Genap.
Alus. Lengkap. Asik deh liatnya.
Tapi berhubung dikasinya 4, ya udah, mari kita liat apa yang
bisa di bongkar dengan angka ini.
Empat Kerjaan.
Sejak lulus kuliah, baru kerja di dua tempat aja. Pertama di
Jl. Pramuka tempat kursus bahasa itu, dua tahun gue tahan
disana. Trus mencoba lompat lebih tinggi ke tempat sekarang.
Dah jalan 4 tahun di Jl. Palmerah Selatan ini. Bukan tidak
mungkin lompat lagi ke tempat yang lebih tinggi. Tapi kalo
kerja yang gak dibayar sih banyak, dari mulai jadi Lurah
Plasa Semanggi, jadi Pengukur Jalan, jadi Kuncen tempat
jual Cappucino enak, jadi Pembaca setia blog2.. banyak lagi
deh macemnya.
Empat Tempat Tinggal.
Lahir dan besar di Priuk. Kuliah di Bandung. Liburan ke
tempat Bonyok berasal, yaitu Jember. Pengennya sih ke
sini nih, nengokin Tukang kue! :P
Empat film yang dah bosen di tonton.
LOTR dengan Mr. Aragorn nu yahud tea. Whisper gajah
kecil. Dora the explorer. Finding Nemo.
(Waks! Ternyata ponakan gue itu sudah menyita waktu
nonton film gue bener-bener.. hehe..)
Empat TV Show favorit.
Infotainment. Acara di O-Channel kala menjelang tidur
malem, jam 10 an ke atas. Oprah di hari Minggu. F-TV
Arisan tiap Senen - Selasa malem.
Empat makanan favorit.
Kerupuk. Keripik. Something crispy. Something sweet.
Gak terlalu maniak makanan sih. Tapi entah kenapa
berat badan gak pernah ada di angka normal! :))
Empat situs favorit.
Blog ini. Blog temen2 deket. Yahoo. Google.
Empat target berikut.
Ratna
Priti
Lisa
Uwi
Ayo temans.. selesaikan PR kalian..
(this job is just like "never ending project") tiba2 iseng aja
blogwalking ke tempat Bunda ini, eh ternyata dapet lemparan..
Mungkin doi tau gue dah gak pernah buka2 lagi blog ini!hehe..
Sebenernya sih gue gak terlalu suka liat angka 4, bentuknya
seperti kurang alus! Lebih suka liat angka 8 ato 10. Genap.
Alus. Lengkap. Asik deh liatnya.
Tapi berhubung dikasinya 4, ya udah, mari kita liat apa yang
bisa di bongkar dengan angka ini.
Empat Kerjaan.
Sejak lulus kuliah, baru kerja di dua tempat aja. Pertama di
Jl. Pramuka tempat kursus bahasa itu, dua tahun gue tahan
disana. Trus mencoba lompat lebih tinggi ke tempat sekarang.
Dah jalan 4 tahun di Jl. Palmerah Selatan ini. Bukan tidak
mungkin lompat lagi ke tempat yang lebih tinggi. Tapi kalo
kerja yang gak dibayar sih banyak, dari mulai jadi Lurah
Plasa Semanggi, jadi Pengukur Jalan, jadi Kuncen tempat
jual Cappucino enak, jadi Pembaca setia blog2.. banyak lagi
deh macemnya.
Empat Tempat Tinggal.
Lahir dan besar di Priuk. Kuliah di Bandung. Liburan ke
tempat Bonyok berasal, yaitu Jember. Pengennya sih ke
sini nih, nengokin Tukang kue! :P
Empat film yang dah bosen di tonton.
LOTR dengan Mr. Aragorn nu yahud tea. Whisper gajah
kecil. Dora the explorer. Finding Nemo.
(Waks! Ternyata ponakan gue itu sudah menyita waktu
nonton film gue bener-bener.. hehe..)
Empat TV Show favorit.
Infotainment. Acara di O-Channel kala menjelang tidur
malem, jam 10 an ke atas. Oprah di hari Minggu. F-TV
Arisan tiap Senen - Selasa malem.
Empat makanan favorit.
Kerupuk. Keripik. Something crispy. Something sweet.
Gak terlalu maniak makanan sih. Tapi entah kenapa
berat badan gak pernah ada di angka normal! :))
Empat situs favorit.
Blog ini. Blog temen2 deket. Yahoo. Google.
Empat target berikut.
Ratna
Priti
Lisa
Uwi
Ayo temans.. selesaikan PR kalian..
Thursday, May 18, 2006
Wow!
Wow!
Udah lama banget gak gue tengok nih blog..
Boro2 ngisi.. nengok aja gak pernah!hihihi..
Biasalah.. syndrom malas kembali hadir.
Lagian berasa nih blog dah basi,
Gak asik lagi buat diliat,
Apalagi ditulisin.
Padahal buanyak banget hal terjadi,
Banyak banget yang bisa ditulis,
Tapi itulah.. gak asik buat ditulis.
Ini ajah kepikiran buat nengok en ngisi karena Iseng..
Dah masuk jam kerja.. tapi gak mood mo kerja.
Jadi deh gini..
Be right back deh..
Mo kerja dulu!
*_*
Udah lama banget gak gue tengok nih blog..
Boro2 ngisi.. nengok aja gak pernah!hihihi..
Biasalah.. syndrom malas kembali hadir.
Lagian berasa nih blog dah basi,
Gak asik lagi buat diliat,
Apalagi ditulisin.
Padahal buanyak banget hal terjadi,
Banyak banget yang bisa ditulis,
Tapi itulah.. gak asik buat ditulis.
Ini ajah kepikiran buat nengok en ngisi karena Iseng..
Dah masuk jam kerja.. tapi gak mood mo kerja.
Jadi deh gini..
Be right back deh..
Mo kerja dulu!
*_*
Friday, March 10, 2006
Bacaan bagus
Hari ini gue nemu bacaan bagus.. bagus banget!
Bacanya gak mau berhenti.. terus.. terus.. dan terus..
Kalo gak inget sekarang gue ada di kantor pasti
gak akan berhenti ngebacanya.. asik banget sih!
Neng ini bilang "pantes lah bagus.. dia kan pengarang besar".
Hihihi.. iya sih.. penulis bacaan saya ini emang pengarang
besar.. tapi gue juga besar kok.. besar badan maksudnya!! :))
Tapi emang asik banget bacanya..
Kayak baca kumpulan cerpen ato novel aja gituh..
Mengalir indah.. halus.. bahasanya enak..
Bikin orang yang baca gak mau berhenti deh.
Mbak.. jadi pengen kenal dengan mu deh.. suerI
Bacanya gak mau berhenti.. terus.. terus.. dan terus..
Kalo gak inget sekarang gue ada di kantor pasti
gak akan berhenti ngebacanya.. asik banget sih!
Neng ini bilang "pantes lah bagus.. dia kan pengarang besar".
Hihihi.. iya sih.. penulis bacaan saya ini emang pengarang
besar.. tapi gue juga besar kok.. besar badan maksudnya!! :))
Tapi emang asik banget bacanya..
Kayak baca kumpulan cerpen ato novel aja gituh..
Mengalir indah.. halus.. bahasanya enak..
Bikin orang yang baca gak mau berhenti deh.
Mbak.. jadi pengen kenal dengan mu deh.. suerI
Thursday, March 02, 2006
Mimpi yukk..
Lagi bengong sambil mikirin ngeliatin Economist
di meja gue yang numpuk, tau-tau ditimpuk ama
Ibu yang satu ini. Dia mau denger apa mimpi gue
sekarang, ampe betah tinggal di kota yang macet
gila-gilaan ini..
Tau aja kalo gue seneng ngayal, seneng mimpi,
makanya seneng juga sih pas dilempar ini..
Sapa tau dibantuin doa ama yang baca biar
mimpi gue ini kesampean. Nih dia mimpinya :
1. Pengen pindah kerja sesuai hobi.
Mo tau hobi gue apa?..
Setelah gue nanya2, nyatet2, nginget2 semua
kejadian selama ini.. bisa diambil kesimpulan
kalo hobi gue ternyata Cuap - Cuap!xixixi..
Apapun bentuk cuap-cuapnya, apa pun medianya,
apapun bahasannya.. gue suka.
Makdarit gue paling suka ngumpulin temen2
tuk 'nangkring' bareng di suatu tempat kalo
lagi waktu luang, salah satunya mungkin
tuk menyalurkan hobi gue itu! :))
Thanks banget buat semua sahabat, temans,
rekans yang udah nemenin gue nangkring..
Jadi penyiar radio seru juga tuh..
Ato jadi tukang obat?.. :))
2. Pengen bisa tinggal di luar negeri, minimal
setahun ato dua tahun lah.. sukur2 kalo bisa
sambil sekolah lagi. Secara kemaren ini gue
ngerasa gak niat banget sekolah. Jujur itu
cuma pengen nyenengin bokap gue aja.
Gue pengen tinggal di luar negeri sambil
sekolah yang emang gue niat bener2 dari
hati gue.. gak lagi karena orang lain.
Kenapa kudu ke luar negeri?.. Pengen aja!
Pengen ngerasain gimana sih tinggal di
negara orang. Pengen ngerasain salju.
Pengen ngerasain maen ama orang2 bule.
Pengen ngerasain maen ama orang2 dari
negara yang beda. Pengen bisa cas cis cus
ngobrol pake bahasa orang. Yaa itulah..
pengen ajah ngerasain tinggal di luar negeri..
3. Pengen jadi orang kaya, ato sukur2 bisa
dapet suami kaya! :))
Kenapa?.. Karena gue pengen beli tanah
yang luasss banget, trus gue bangun panti
asuhan khusus balita, sekolah dari play grup
ampe SMA, dan rumah sakit. Semua itu gue
sediain untuk orang2 tidak mampu dan balita2
yang tidak diinginkan orang tuanya.
Karena gue paling gak suka kalo ada orang tua
yang nyia2in bayi yang udah mereka lahirin.
Banyak yang pengen punya anak tapi gak dikasi2,
eh mereka dah dikasi malah gitu kelakuannya.
Sekolah dan rumah sakit itu yaa untuk memfasilitasi
panti asuhan tadi. Jadi gue gak susah lagi kalo mo
nyekolahin mereka, gitu juga kalo mereka lagi
gak sehat en butuh dokter, tinggal ke sebelah.
3. Gue pengen bisa naek haji bareng Bonyok,
bareng kakak2 en adek gue, bareng ponakan2,
bareng pembokat2, bareng sahabat2 gue,
bareng keluarga besar gue laennya.
Jadi yang udah pernah naek haji bisa ngasi tauin
kita2 yang belom pernah. Cara2nya, trik2nya dan
tempat2 mana ajah yang asik buat berdoa.
Sapa tau bisa masuk sorga barengan kan asik
banget tuh..
4. Gue pengen sediain keperluan sandang, pangan
en papa buat Bonyok gue. Jadi mereka bisa hidup
en nikmatin hari tua dengan aman, nyaman, tentram
en sejahtera lahir batin!
karena emang cita2 gue dari dulu itu bisa nyenengin
Bonyok, bisa ngebales semua yang udah mereka kasi
ke gue selama ini, tapi pasti gak bisa sih kebales imbang.
Gila ajah! Gak keitung deh berapa banyak duit, tenaga,
pikiran dan hati yang mereka keluarin buat gue.
Gak lah, gak akan bisa gue balesnya. Tapi minimal gue
akan selalu berusaha untuk itu.
5. Pengen punya Mall yang asik. Yang ada musholla
nyamannya di lokasi yang strategis, biar gampang
kalo pengunjung nyari. Gak diparkiran kayak sekarang
banyak ada. Gak bau. Tersedia banyak sarung en mukena
yang wangi2 tuk dipake pengunjung.
Di mall itu juga nanti gak usah ada makanan ato minuman
yang gak halal, semua yang tersedia en di jual itu halal.
Jadi gak usah nanya2 lagi kalo mo makan ato minum
tentang kehalalannya. Tinggal lep.. tinggal lep..! :P
Barang2 yang dijual juga berkualitas bagus tapi murah
meriah harganya. Gimana cara tuk itu?.. kalo perlu
gue bikin perusahaan tekstil sendiri tuk pengadaannya.
Pokoknya tuk pengunjung yang mau dateng ke mall gue
itu gak harus mikir kudu bawa uang banyak. Jadi semua
orang dari segala lapisan bisa masuk dengan tenang tanpa
ngerasa minder ato takut gak bisa kebeli. Semua dilayani.
Semua dipersilahkan untuk mampir. Tidak hanya untuk
belanja tapi juga untuk sekedar jalan2.
Duh.. cuma lima ya yang diminta?..
Masih banyak nih mimpi2 di otak gue.
Ayo Lia tanggung jawab!!
Gara2 timpukan lo gue gak bisa berhentiin mimpi
di otak nih.. hiks hiks.. :((
Sekarang gue lempar lagi ah.. pengen tau mimpi2
mereka itu apa yaaa.. ayo ratna, jupri, priti, lisa calon dokter,
ama aas deh (still being Ghost? :P)..
Ayo dong bagi mimpi kalian...
di meja gue yang numpuk, tau-tau ditimpuk ama
Ibu yang satu ini. Dia mau denger apa mimpi gue
sekarang, ampe betah tinggal di kota yang macet
gila-gilaan ini..
Tau aja kalo gue seneng ngayal, seneng mimpi,
makanya seneng juga sih pas dilempar ini..
Sapa tau dibantuin doa ama yang baca biar
mimpi gue ini kesampean. Nih dia mimpinya :
1. Pengen pindah kerja sesuai hobi.
Mo tau hobi gue apa?..
Setelah gue nanya2, nyatet2, nginget2 semua
kejadian selama ini.. bisa diambil kesimpulan
kalo hobi gue ternyata Cuap - Cuap!xixixi..
Apapun bentuk cuap-cuapnya, apa pun medianya,
apapun bahasannya.. gue suka.
Makdarit gue paling suka ngumpulin temen2
tuk 'nangkring' bareng di suatu tempat kalo
lagi waktu luang, salah satunya mungkin
tuk menyalurkan hobi gue itu! :))
Thanks banget buat semua sahabat, temans,
rekans yang udah nemenin gue nangkring..
Jadi penyiar radio seru juga tuh..
Ato jadi tukang obat?.. :))
2. Pengen bisa tinggal di luar negeri, minimal
setahun ato dua tahun lah.. sukur2 kalo bisa
sambil sekolah lagi. Secara kemaren ini gue
ngerasa gak niat banget sekolah. Jujur itu
cuma pengen nyenengin bokap gue aja.
Gue pengen tinggal di luar negeri sambil
sekolah yang emang gue niat bener2 dari
hati gue.. gak lagi karena orang lain.
Kenapa kudu ke luar negeri?.. Pengen aja!
Pengen ngerasain gimana sih tinggal di
negara orang. Pengen ngerasain salju.
Pengen ngerasain maen ama orang2 bule.
Pengen ngerasain maen ama orang2 dari
negara yang beda. Pengen bisa cas cis cus
ngobrol pake bahasa orang. Yaa itulah..
pengen ajah ngerasain tinggal di luar negeri..
3. Pengen jadi orang kaya, ato sukur2 bisa
dapet suami kaya! :))
Kenapa?.. Karena gue pengen beli tanah
yang luasss banget, trus gue bangun panti
asuhan khusus balita, sekolah dari play grup
ampe SMA, dan rumah sakit. Semua itu gue
sediain untuk orang2 tidak mampu dan balita2
yang tidak diinginkan orang tuanya.
Karena gue paling gak suka kalo ada orang tua
yang nyia2in bayi yang udah mereka lahirin.
Banyak yang pengen punya anak tapi gak dikasi2,
eh mereka dah dikasi malah gitu kelakuannya.
Sekolah dan rumah sakit itu yaa untuk memfasilitasi
panti asuhan tadi. Jadi gue gak susah lagi kalo mo
nyekolahin mereka, gitu juga kalo mereka lagi
gak sehat en butuh dokter, tinggal ke sebelah.
3. Gue pengen bisa naek haji bareng Bonyok,
bareng kakak2 en adek gue, bareng ponakan2,
bareng pembokat2, bareng sahabat2 gue,
bareng keluarga besar gue laennya.
Jadi yang udah pernah naek haji bisa ngasi tauin
kita2 yang belom pernah. Cara2nya, trik2nya dan
tempat2 mana ajah yang asik buat berdoa.
Sapa tau bisa masuk sorga barengan kan asik
banget tuh..
4. Gue pengen sediain keperluan sandang, pangan
en papa buat Bonyok gue. Jadi mereka bisa hidup
en nikmatin hari tua dengan aman, nyaman, tentram
en sejahtera lahir batin!
karena emang cita2 gue dari dulu itu bisa nyenengin
Bonyok, bisa ngebales semua yang udah mereka kasi
ke gue selama ini, tapi pasti gak bisa sih kebales imbang.
Gila ajah! Gak keitung deh berapa banyak duit, tenaga,
pikiran dan hati yang mereka keluarin buat gue.
Gak lah, gak akan bisa gue balesnya. Tapi minimal gue
akan selalu berusaha untuk itu.
5. Pengen punya Mall yang asik. Yang ada musholla
nyamannya di lokasi yang strategis, biar gampang
kalo pengunjung nyari. Gak diparkiran kayak sekarang
banyak ada. Gak bau. Tersedia banyak sarung en mukena
yang wangi2 tuk dipake pengunjung.
Di mall itu juga nanti gak usah ada makanan ato minuman
yang gak halal, semua yang tersedia en di jual itu halal.
Jadi gak usah nanya2 lagi kalo mo makan ato minum
tentang kehalalannya. Tinggal lep.. tinggal lep..! :P
Barang2 yang dijual juga berkualitas bagus tapi murah
meriah harganya. Gimana cara tuk itu?.. kalo perlu
gue bikin perusahaan tekstil sendiri tuk pengadaannya.
Pokoknya tuk pengunjung yang mau dateng ke mall gue
itu gak harus mikir kudu bawa uang banyak. Jadi semua
orang dari segala lapisan bisa masuk dengan tenang tanpa
ngerasa minder ato takut gak bisa kebeli. Semua dilayani.
Semua dipersilahkan untuk mampir. Tidak hanya untuk
belanja tapi juga untuk sekedar jalan2.
Duh.. cuma lima ya yang diminta?..
Masih banyak nih mimpi2 di otak gue.
Ayo Lia tanggung jawab!!
Gara2 timpukan lo gue gak bisa berhentiin mimpi
di otak nih.. hiks hiks.. :((
Sekarang gue lempar lagi ah.. pengen tau mimpi2
mereka itu apa yaaa.. ayo ratna, jupri, priti, lisa calon dokter,
ama aas deh (still being Ghost? :P)..
Ayo dong bagi mimpi kalian...
Thursday, February 23, 2006
Kerja sesuai hobi..
Salah satu mimpi gue adalah bisa bekerja sesuai hobi.
Kemaren sempet baca sebuah tabloid.
Ada selebriti suami istri yang ngerasa nyaman
ma hidup mereka sekarang karena bisa bekerja
sesuai hobi masing-masing.
Si suami yang punya hobi nyanyi bisa jadi penyanyi.
Si istri yang punya hobi nulis en nyanyi bisa jadi
penulis dan penyanyi sekaligus.
Mereka bekerja dengan penuh semangat,
penuh cinta, penuh penghayatan...
Karena mereka ngerjain apa yang emang mereka suka.
Ada juga seorang temen yang punya cita2
kerja sebagai teks editor untuk artikel jalan-jalan.
Karena doi ini emang hobi banget beredar ke daerah.
Sekarang dia dapet kesempatan dan dengan lantangnya
dia bilang "kerjaan itu gue banget ya!!"
Gue yakin dia bakal enjoy banget kalo kerja disitu.
Dia bakal nikmatin, dia bakal semangat tiap hari,
dia bakal ngerjain semua dengan penuh cinta..
Karena emang dia suka banget kerjaan itu.
Seorang teman juga yang menjadi Guru.
Kalo dibanding gajinya ama pegawai swasta jauh bedanya.
Kerjanya juga gak ringan, kudu belajar terus.
Tapi dia enjoy, dia nikmatin, dia semangat ngerjainnya.
Karena cita-cita dia dari dulu emang itu.. Guru!!
Banyak lagi deh contohnya..
Giliran gue kapan ya?..
Kerja sesuai hobi!!
Kemaren sempet baca sebuah tabloid.
Ada selebriti suami istri yang ngerasa nyaman
ma hidup mereka sekarang karena bisa bekerja
sesuai hobi masing-masing.
Si suami yang punya hobi nyanyi bisa jadi penyanyi.
Si istri yang punya hobi nulis en nyanyi bisa jadi
penulis dan penyanyi sekaligus.
Mereka bekerja dengan penuh semangat,
penuh cinta, penuh penghayatan...
Karena mereka ngerjain apa yang emang mereka suka.
Ada juga seorang temen yang punya cita2
kerja sebagai teks editor untuk artikel jalan-jalan.
Karena doi ini emang hobi banget beredar ke daerah.
Sekarang dia dapet kesempatan dan dengan lantangnya
dia bilang "kerjaan itu gue banget ya!!"
Gue yakin dia bakal enjoy banget kalo kerja disitu.
Dia bakal nikmatin, dia bakal semangat tiap hari,
dia bakal ngerjain semua dengan penuh cinta..
Karena emang dia suka banget kerjaan itu.
Seorang teman juga yang menjadi Guru.
Kalo dibanding gajinya ama pegawai swasta jauh bedanya.
Kerjanya juga gak ringan, kudu belajar terus.
Tapi dia enjoy, dia nikmatin, dia semangat ngerjainnya.
Karena cita-cita dia dari dulu emang itu.. Guru!!
Banyak lagi deh contohnya..
Giliran gue kapan ya?..
Kerja sesuai hobi!!
Jreng.. Jreng..
Beberapa hari lalu gue abis pelatihan..
Lupa judul tepatnya apa tuh pelatihan..
Something about mind set of being succes lah..
Banyak hal gue dapet disitu..
Mirip2 kayak seminar Amway sih.. full of spirit!!
Yang lebih ngenakin lagi, gue ikutan pelatihan itu
bareng ama temen2 yang segelombang..
hey yo jeng na.. pritwil.. pria rusun!!
Celetukan mereka2 yang spektakuler itu lho
yang bikin pelatihan gak pernah dihinggapi rasa kantuk..
Dan dari acara itu juga gue jadi tau,
bahwa deep down inside my heart...
masih ada luka yang belum sembuh!
Itu ketauan pas di satu sesi kita diminta
tuk bayangin orang yang paling gue benci.
jreng jreng.. keluarlah sosok orang itu!
Gak sehat.
Norak.
Kampungan.
Bego.
Bodoh.
Menyakiti diri sendiri.
Itu ucapan spontan temen waktu gue ceritain.
Emang gue harus harus harus menyembuhkan luka itu.
Lupa judul tepatnya apa tuh pelatihan..
Something about mind set of being succes lah..
Banyak hal gue dapet disitu..
Mirip2 kayak seminar Amway sih.. full of spirit!!
Yang lebih ngenakin lagi, gue ikutan pelatihan itu
bareng ama temen2 yang segelombang..
hey yo jeng na.. pritwil.. pria rusun!!
Celetukan mereka2 yang spektakuler itu lho
yang bikin pelatihan gak pernah dihinggapi rasa kantuk..
Dan dari acara itu juga gue jadi tau,
bahwa deep down inside my heart...
masih ada luka yang belum sembuh!
Itu ketauan pas di satu sesi kita diminta
tuk bayangin orang yang paling gue benci.
jreng jreng.. keluarlah sosok orang itu!
Gak sehat.
Norak.
Kampungan.
Bego.
Bodoh.
Menyakiti diri sendiri.
Itu ucapan spontan temen waktu gue ceritain.
Emang gue harus harus harus menyembuhkan luka itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
